Dina Hidayana Optimistis Rakyat Tak Mudah Dibeli

Dina Hidayana Optimistis Rakyat Tak Mudah Dibeli

Dina Hidayana konsisten menolak politik uang dalam Pemilu Legislatif 2019.

Staf Ahli Fraksi Partai Golkar DPR RI, Dina Hidayana, bersilaturahmi ke Griya Solopos di Jl. Adisucipto 190, Solo, belum lama ini. Dina yang merupakan perempuan kelahiran Gatak, Sukoharjo, tersebut masih optimistis masyarakat Indonesia dapat menentukan pilihan politik mereka secara jernih pada Pemilu 2019.

Dina datang sekitar pukul 14.00 WIB. Ia diterima langsung oleh Pemimpin Redaksi Solopos, Suwarmin. Alumnus S1 Fakultas Pertanian UNS Solo tersebut menyatakan pada era demokrasi modern seperti saat ini, ada sebagian calon anggota legislatif (caleg) yang menggunakan politik uang untuk membeli suara. Meski faktanya ada dan terjadi di sana-sini, dirinya yakin tidak semua pemilih dapat ‘dibeli’.

“Saya optimistis masyarakat Indonesia, khususnya Soloraya tidak dengan mudah dibeli suaranya,” ujar caleg Partai Golkar di Dapil V Jawa Tengah tersebut.

Dalam kesempatan itu menceritakan, dirinya bakal maju untuk kali ketiga dalam Pemilu DPR RI. Meski dua periode sebelumnya belum berhasil, tahun ini dirinya optimistis dapat melenggang ke Senayan. “Saya ingin konsisten untuk tidak membeli suara. Tapi saya ingin memberi pendidikan politik kepada masyarakat sehingga mereka dapat memilih caleg berkualitas,” imbuhnya.

Dina menyatakan memiliki target mengeruk sedikitnya 100.000 suara di Dapil V. Saat ini, secara riil, pemilih dari jalur kekerabatan diperkirakan mencapai 17.000 orang. “Target Partai Golkar di Dapil V adalah meraih dua kursi DPR RI. Kalau perolehan suaranya sama dengan Pemilu 2014, menggunakan sistem sainte lague, kami masih dapat dua kursi,” tutur peraih gelar Magister Resolusi Konflik UGM tersebut. Pemimpin Redaksi Solopos, Suwarmin, menyatakan Indonesia memerlukan politikus-politikus cerdas yang bisa mencerdaskan masyarakat. Menurutnya, money politics adalah tantangan yang harus dihadapi oleh seluruh pihak.

(Naskah ini diambil dari berita Solopos yang ditulis Ivan Andimuhtarom)

Tinggalkan Pesan dan Kesan Anda