Bunga refugia yang berwarna kuning tumbuh subur di jalan beton yang membelah Dukuh Gading Kulon, Desa Bono Tulung, Klaten. Jalan sepanjang satu kilometer itu jadi objek wisata dan ajang berswafoto muda-mudi dengan latar hamparan bunga.

Taman bunga itu terbentuk secara tak disengaja. Awalnya, Pemerintah Desa Bono hanya menanam bunga refugia sebagaimana instruksi Bupati Klaten Sri Mulyani. Bunga refugia dikembangkan untuk pengendalian hama wereng batang cokelat di areal persawahan yang sempat melonjak tahun lalu.

Bunga itu tumbuh subur dan berbunga lebat. Saban pagi dan sore hari, keberadaan bunga-bunga itu lantas menarik muda-mudi untuk berburu foto. Mereka memanfaatkan aneka warna bunga sebagai latar foto. Keberadaan deretan bunga itu sempat viral di media sosial.

Taman Bunga Bono Park kini ditambah taman dengan menyewa lahan milik warga. Taman itu dilengkapi aneka jenis bunga warna warni dan sayuran. Di tengah taman, terdapat kanopi dari bambu untuk peneduh sambil duduk-duduk pengunjung.

Di taman itu, pengunjung bisa memilih lokasi bunga-bunga untuk berswafoto. “Taman bunga ini baru dikembangkan di tiga dukuh yakni Mandegan, Tlogowono, dan Gading Kulon. Pengembangan taman bunga tak menutup kemungkinan diarahkan menjadi desa wisata demi kemandirian desa,” beber Kades.

Salah satu pengunjung, Anik, 20, warga Desa Pomah, Kecamatan Tulung, menuturkan ia mengetahui lokasi taman bunga itu diajak keponakannya. Taman itu menurutnya unik karena memanjang di sepanjang jalan di tengah persawahan.

Hal itu juga tak ia dapatkan di daerah lain. “Selain itu juga momennya pas bunga-bunga bermekaran. Bunga tumbuh di sepanjang jalan. Ini sangat menarik biat wefie,” kata perempuan yang mengaku kali pertama ke taman itu.

Anik berharap penggarapan taman bunga diperluas cakupannya untuk antisipasi membeludaknya pengunjung. Pengelola juga diminta memperhatikan kebersihan dan akses untuk pengunjung agar tak merusak tanaman.

Berita diambil dari solopos.com
Wisata Klaten: Di Desa Ini, Pengunjung Bisa Selfie di Antara Bunga Refugia