Desa Wunut, Kecamatan Tulung berada di perbatasan dengan Kabupaten Boyolali. Desa itu berada di wilayah utara Klaten yang disebut-sebut menjadi surga mata air.

Ada dua sumber mata air di Wunut masing-masing bernama Umbul Gede dan Umbul Pelem. Memanfaatkan gelontoran dana desa, kawasan Umbul Pelem mulai digarap menjadi objek wisata.

Proses membangun objek wisata di kawasan Umbul Pelem dilakukan sejak 2016 lalu. Pada tahun pertama, pembangunan mendapatkan gelontoran dana Rp300 juta. Proses pembangunan berlanjut pada 2017 gelontoran dana Rp500 juta dan 2018 senilai Rp500 juta. “Sebelum ada dana desa itu kami tidak bisa apa-apa. Pendapatan asli desa paling banter itu Rp25 juta dari sewa lahan kas desa,” kata Kepala Desa Wunut, Iwan Sulistya Setiawan, saat berbincang dengan Espos, Jumat (28/12).

Sejak Mei 2018, objek wisata tersebut mulai dibuka untuk umum. Objek wisata baru tersebut memiliki tiga kolam renang dengan beragam ketinggian. Air kolam tersebut memanfaatkan aliran dari Umbul Pelem yang kini sudah dipagari dan tak lagi digunakan untuk berenang. “Tujuan kami pagari umbul utamanya itu agar air yang mengalir untuk kolam renang tetap bersih dan alami,” kata Iwan.

Tak hanya menawarkan kolam renang, kawasan Umbul Pelem juga menawarkan pemandangan hamparan tanaman cenil atau selada air yang hijau di samping kolam. Gazebo-gazebo berdiri diantara tanaman cenil sebagai tempat untuk berteduh.

Pengunjung bisa bermain di ruang antara tanaman cenil untuk aliran air. Retribusi masuk ke objek wisata itu Rp5.000/orang. Sementara, tarif parkir sepeda motor Rp3.000/unit dan mobil Rp5.000/unit.

Total luas lahan kawasan Umbul Pelem sekitar 8.500 meter persegi. Objek wisata itu berbatasan langsung dengan objek wisata Umbul Manten di Desa Sidowayah, Kecamatan Polanharjo. “Tidak ada persaingan. Masing-masing objek wisata itu memiliki ciri khas masing-masing,” ungkap dia.

Umbul Pelem kini dikelola Badan Usaha Milik (BUM) Desa Sumber Kamulyan. “Saat ini jumlah karyawan ada lima orang. rencananya akan tambah lagi setelah spot-spot bertambah. Harapannya dengan objek wisata ini bisa mendongkrak pendapatan asli desa serta mensejahterakan warga,” ungkapnya.