Maunya Indonesia yang Lebih Baik, tapi Alergi Politik, Mana Bisa?

Menurut hasil berbagai survei, apatisme politik rupanya bukan hanya menghinggapi kaum muda, tapi juga sebagian besar masyarakat Indonesia dari berbagai usia. Sementara ketidakbecusan para politisi merupakan salah satu penyebabnya, apatisme skala luas ini merupakan penyakit terkini yang menjangkiti masyarakat kita, ibarat kanker, penyakit ini begitu cepat meluas bahkan sampai ke pelosok-pelosok yang tak tersentuh media. Jika penyakit ini tidak disembuhkan dalam jangka panjang bukan saja politik yang akan terbengkalai, tapi…

Continue reading »

Kajian Konflik Di Kawasan Hutan Konservasi: Studi Kasus Taman Nasional Gunung Halimun Salak

RINGKASAN TESIS KAJIAN KONFLIK DI KAWASAN HUTAN KONSERVASI: STUDI KASUS TAMAN NASIONAL GUNUNG HALIMUN SALAK Oleh: DINA HIDAYANA Magister Perdamaian dan Resolusi konflik PROGRAM PASCA SARJANA UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA ABSTRACT The following thesis titled “Conflict Analysis in Forest Conservation Area with a Case Study on Gunung Halimun Salak National Park” is aimed at investigating further the management of state forest which is marked by unresolved problems, in particular conflict…

Continue reading »

Pembukaan Posko Dina Hidayana, S.P., M.Sc.

Selasa, 22/10/2013 21:24 WIB – Heru Ismantoro SUKOHARJO—Calon anggota legislatif DPR RI asal Partai Golkar, Dina Hidayana, S.P., M.Sc meresmikan Rumah Rakyat di Jalan Diponegoro Kertonatan Sukoharjo, Minggu (20/10) malam. Rumah Rakyat ini sekaligus juga digunakan sebagai Posko Kemenangan. Peresmian dihadiri oleh oleh warga setempat, tokoh-tokoh, para simpatisan dan tim sukses. Dalam sesi diskusi Dina berharap Pemilu yang akan datang dapat berjalan lancar menjadi Pemilu yang bersih yang mengedepankan etika…

Continue reading »

Pemaknaan Kampanye: Ironi Sebuah Aturan

Dalam setiap perhelatan menjelang pemilu, peraturan tentang pelaksanaan kampanye selalu menjadi isu menarik. Sementara penyelenggara pemilu selalu bersikap tegas atau setidaknya menunjukkan imej yang demikian, pelanggaran terhadap aturan kampanye hampir selalu terjadi. Karena pelanggaran-pelanggaran selalu ada, sering kali tanpa kemampuan yang memadai dari sisi penyelenggara untuk mengambil tindakan, aturan kampanye cenderung kehilangan legitimasi dan membuat peserta pemilu yang tidak melanggar kelihatan lugu secara politik. Mengapa kecenderungan ini bisa terjadi?